:: Selamat membaca | Semoga bermanfaat | FOLLOW ME @Insenia-id.blogspot.com ::

Friday, May 23, 2014

Pembangunan Highrise di Kota Solo Makin Menggeliat

"Terlebih lagi adanya satu terminal bus besar, yaitu Tirtonadi, empat stasiun kereta api dalam kota, dan satu bandara internasional menjadikan posisi Kota Solo semakin kuat diantara kota-kota lainnya"

Hai guys! Meskipun bukan merupakan ibukota provinsi, namun geliat pembangunan di Kota Solo tak kalah dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Hingga saat ini Kota Solo masih sibuk membangun infrastruktur kotanya, mulai dari penataan taman, rumah sakit, hotel, apartemen, hingga proyek rusun masih terus dikebut pengerjaannya. Tak heran saat kalian melintas Kota Solo pasti akan terlihat bangunan-bangunan menjulang tinggi yang masih belum rampung pengerjaannya.

Jumlah highrise atau gedung pencakar langit Kota Solo memang tak sebanyak kota lainnya, apalagi Jakarta. Namun perkembangan Kota Solo dalam hal ini boleh dibilang mengalami kemajuan yang pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meskipun kita semua tahu Solo membatasi pembangun mal dan pusat perbelanjaan modern, namun hal tersebut tak menyurutkan investor untuk terus menunjang pembangunan di Kota Solo. Hotel-hotel terus bertambah, sementara pemkot sendiri juga masih sibuk mempercantik kota lewat taman-taman dan perbaikan trotoar.


Sampai saat ini proyek pembangunan Kota Solo yang baru dan akan dimulai meliputi 11 proyek bangunan dengan ketinggian 20 hingga 32 lantai berjumlah terdiri dari hotel, apartemen, rumah sakit, dan techno park. 13 proyek bangunan dengan ketinggian 12 hingga 20 lantai terdiri dari hotel, apartemen, dan rumah sakit. Dan 15 proyek bangunan dengan ketinggian 10 hingga 12 lantai terdiri dari hotel, rumah sakit, dan sekolah swasta.

Mengapa Kota Solo penting?


Banyaknya pembangunan di Kota Solo membuktikan bahwa kota ini dinilai sangat penting. Kita lihat dari letak geografis Kota Solo, kota ini berada di tengah pulau jawa, menghubungkan antara tiga kota besar di Indonesia, yaitu Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Kota Solo menjadi titik temu antar kota tersebut. Terlebih lagi adanya satu terminal bus besar, yaitu Tirtonadi, empat stasiun kereta api dalam kota, dan satu bandara internasional menjadikan posisi Kota Solo semakin kuat diantara kota-kota lainnya.

Alasan kedua, Solo sebagai pusat budaya dan kota wisata. Sebuah kota yang menarik adalah kota yang mempunyai karakter unik, dan solo punya itu. Berbagai atraksi wisata ditawarkan kota ini untuk menarik turis lokal maupun mancanegara. Kebutuhan akan hotel pun meningkat. Pada hari libur tertentu, hotel-hotel besar di solo bahkan tak mampu menampung lebih banyak lagi tamu yang terpaksa menginap di hotel-hotel kecil lainnya yang tersebar di Solo. Belum lagi ketika Solo ditunjuk sebagai tuan rumah acara berskala internasional.

Warga Solo juga dinilai sebagai masyarakat yang konsumtif. Ini terbukti dari beberapa warga Solo yang selalu memenuhi pusat perbelanjaan maupun pasar-pasar tradisional. Selain warga Solo, warga pendatang pun ikut meramaikan kegiatan di Kota Solo setiap harinya. Salah satu tempat yang selalu ramai di Solo adalah Pasar Klewer yang pernah menjadi pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara. insenia-id.blogspot.com

Reactions:

0 comments:

Post a Comment