:: Selamat membaca | Semoga bermanfaat | FOLLOW ME @Insenia-id.blogspot.com ::
Showing posts with label PROJECTS & DEVELOPMENT. Show all posts
Showing posts with label PROJECTS & DEVELOPMENT. Show all posts

Tuesday, January 31, 2017

5 Wajah Baru Kota Ini Bakal Bikin Kamu Pangling

Pembangunan fisik beberapa kota di Indonesia dewasa ini cukup pesat. Jika sebelumnya pembangunan hanya berpusat di daerah Jawa, kini pembangunan sudah mulai merata ke luar Jawa bahkan hingga ke daerah perbatasan antar negara. Salah satu indikator kemajuan salah satu kota adalah pembangunan fisiknya, seperti fasilitas taman, sarana transportasi, pemukiman, hotel, dsb. Tak jarang beberapa kota berhasil memiliki tampilan baru yang bisa membuat orang lain pangling atau tidak mengenali kota tersebut. Berikut ini 5 foto yang bisa membuatmu pangling dan salah tebak.

Jalan Asia Afrika di Bandung?

sumber foto : bintang.com

Bukan, ini wajah baru Pedestrian Malioboro, Yogyakarta. Yup, Malioboro kini memiliki tampilan baru, pedestrian yang diresmikan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 22 Desember 2016 lalu ini menghabiskan dana sekitar Rp. 23,7 miliar dan dibagi dalam tiga tahap, pembangunan tahap kedua dikerjakan tahun ini dan tahap ketiga pada tahun 2018 mendatang.

Apartemen di Tangerang?

sumber foto : wkc.co.id

Bukan, ini salah satu pemandangan Kota Solo. Kota Solo dibanjiri oleh beberapa bangunan highrise akhir-akhir ini, salah satunya Hotel Alila dengan ketinggian 27 lantai dan merupakan gedung tertinggi di Jawa Tengah dan DIY hingga saat ini. Maraknya pembangunan hotel dan apartemen di Solo tak lepas dari perannya sebagai kota MICE yang banyak ditunjuk untuk menggelar pertemuan skala nasional hingga internasional. Hal ini sekaligus mengubah wajah Kota Solo yang dulu sangat minim dengan bangunan tinggi.

Pemandangan air mancur di Eropa?

sumber foto : realita.co

Bukan, ini air mancur di Jembatan Kenjeran, Surabaya. Air mancur warna-warni yang disertai dengan musik ini bisa kamu temukan di Jembatan Kenjeran yang menghubungkan jalur MERR & jalan Laguna Surabaya dengan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran lama. Untuk menikmati keindahan air mancur ini, kamu bisa datang kesini tiap malam minggu mulai pukul 20.00 WIB - 21.00 WIB.

Salah satu sudut Kota Jakarta?

sumber foto : infobdg.com

Bukan, ini Cikapundung Riverspot, Bandung. Dulunya area ini merupakan bekas tempat parkir kendaraan dan loper koran. Kini Cikapundung telah disulap menjadi area publik yang cantik dilengkapi dengan taman, kursi-kursi, dan hiburan musik. Disini juga terdapat air mancur menari atau dancing fountain yang sering digunakan warga untuk berselfie ria. Tempat ini semakin melengkapi taman-taman dan area publik outdoor yang dibangun oleh Pemkot Bandung.

Jakabaring Sport City di Palembang?


sumber foto : twitter.com

Bukan, ini Mimika Sport Complex, Papua. Kompleks olahraga ini dibangun oleh PT. Freeport Indonesia diatas lahan seluas 25 hektar dan menelan biaya hingga USD 33 juta. Venue ini disiapkan untuk perhelatan PON (Pekan Olahraga Nasional) ke-XX di tahun 2020 mendatang. Terdiri dari stadion terbuka, stadion tertutup, asrama atlet, dan satu bangunan khusus untuk fitness. - Insenia

Thursday, June 2, 2016

5 Kota Di Indonesia Yang Paling Menjual Untuk Dikembangkan

Orang luar negeri pada umumnya mengetahui Indonesia adalah Bali atau Jakarta, padahal selain kedua tempat tersebut, destinasi wisata di Indonesia bukan main jumlahnya. Hanya saja karena kurang promosi dan kurang memiliki konsep yang matang, orang luar pun banyak yang tidak mengenali tempat-tempat tersebut.

Bicara tentang penataan kota, ada dua kota di Indonesia yang memiliki banyak bangunan highrise layaknya kota-kota di negara maju, yakni Jakarta dan Surabaya. Namun dalam pandangan saya, ada lima kota lainnya di Indonesia yang sebenarnya memiliki konsep yang sangat menarik untuk "dijual" sebagai pemikat turis mancanegara, berikut kelima kota tersebut.

1. Banda Aceh


Mulai dari ujung barat Indonesia, terdapat kota Banda Aceh. Kota yang dulu pernah luluh lantak karena kekuatan tsunami yang dahsyat tersebut kini mulai berbenah dan kembali menunjukkan kecantikannya, bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Dengan budaya Islam yang kuat dipegang oleh penduduknya, Banda Aceh juga merupakan kota wisata yang bagus dengan daya tarik religinya.

2. Bandung


Kota ini sangat menarik dan sangat bagus sekali untuk dikembangkan sebagai kota paling kreatif se-Indonesia. Didukung pula oleh pemimpin daerahnya yang tak kalah kreatif, Kota Bandung semakin menunjukkan eksistensinya, selain sebagai tujuan berbelanja tentunya.

3. Makassar


Bila harus memilih kota di Indonesia yang memiliki pemandangan menghadap laut yang paling cantik, ya jawabannya pasti Makassar. Dengan semakin banyak investor yang masuk ke kawasan ini, bukan tidak mungkin kedepannya Makassar akan seperti Hong Kong, tentu dengan sunset yang lebih cantik.

4. Manado


Sebagai sebuah kota pluralisme, dimana beragam agama tinggal dan hidup harmonis. Manado memiliki karunia Tuhan berupa keindahan alam yang luar biasa cantiknya, dan juga makanan khas yang ekstrem. Sekarang pun sudah cukup banyak turis asing yang datang ke Manado, apalagi jika kota ini terus dikembangkan dan dikenalkan ke pelosok dunia.

5. Jayapura


Kota di ujung timur Indonesia ini akan menjadi pusat pergerakan ekonomi di wilayah timur jika dikembangkan dengan baik. Alam yang masih asri, budaya dan keramahan penduduk lokal, sepak bola, dan juga burung cendrawasih bisa menjadi daya pikat kota ini di mata dunia. Apalagi jika kota ini terhubung dengan Tembagapura dimana ada tambang emas disana. insenia-id.blogspot.co.id

Monday, May 26, 2014

Terminal Tirtonadi Solo, Terminal Cita Rasa Bandara

"Banyak orang di forum internet berspekulasi pembangunan Terminal Tirtonadi ini ditengarai karena ketidakharmonisan Pemkot Solo dan Pemkab Boyolali terkait perbaikan Bandara Internasional Adi Soemarmo"

Hai guys! Apa perbedaan mencolok sebuah terminal bus dan bandar udara? Pasti salah satunya adalah fasilitas. Diantara terminal bus yang tersebar di Indonesia ternyata ada juga yang mempunyai fasilitas cukup lengkap dan tempat yang bersih layaknya bandara. Jika kamu pernah ke mampir ke Terminal Tirtonadi di Solo beberapa tahun yang lalu, coba bandingkan dengan yang sekarang. Beberapa fasilitas baru sudah mulai dibangun dan diperbaiki, seakan membuat kita "pangling" kalau ini adalah sebuah terminal bus.

Banyak orang di forum internet berspekulasi pembangunan Terminal Tirtonadi ini ditengarai karena ketidakharmonisan Pemkot Solo dan Pemkab Boyolali terkait perbaikan Bandara Internasional Adi Soemarmo. Mungkin banyak yang tidak tahu, meskipun sering disebut bandaranya Wong Solo, Adi Soemarmo sebenarnya berada di lahan milik Kabupaten Boyolali. Atas alasan tersebut sehingga Pemkot Solo lebih memilih memperbaiki terminal bus mereka sendiri daripada menuai masalah gara-gara ingin memperbaiki bandara milik tetangga.

Saat ini pembangunan Terminal Tirtonadi bahkan belum rampung 50%, namun cita rasa sebuah bandara sudah terasa disini. Sosialisasi pun dilakukan di sekitar terminal, bagaimana mereka melewati boarding pass, menggunakan kartu peron seharga 500 rupiah untuk digunakan ke alat automatic detector, masuk menuju ruang tunggu yang dapat menampung 300 orang dan tiket yang dapat dibeli secara online by name by adress, melihat boarding screen untuk mengamati jadwal keberangkatan dan rute bus, dan lain sebagainya.

Jika kalian masih ingat, ini adalah penampakan Terminal Tirtonadi yang lama.


Dan berikut ini penampakan Terminal Tirtonadi yang baru.


Keren kan? Semoga saja fasilitas yang sudah baik seperti ini tidak dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. insenia-id.blogspot.com

Friday, May 23, 2014

Pembangunan Highrise di Kota Solo Makin Menggeliat

"Terlebih lagi adanya satu terminal bus besar, yaitu Tirtonadi, empat stasiun kereta api dalam kota, dan satu bandara internasional menjadikan posisi Kota Solo semakin kuat diantara kota-kota lainnya"

Hai guys! Meskipun bukan merupakan ibukota provinsi, namun geliat pembangunan di Kota Solo tak kalah dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Hingga saat ini Kota Solo masih sibuk membangun infrastruktur kotanya, mulai dari penataan taman, rumah sakit, hotel, apartemen, hingga proyek rusun masih terus dikebut pengerjaannya. Tak heran saat kalian melintas Kota Solo pasti akan terlihat bangunan-bangunan menjulang tinggi yang masih belum rampung pengerjaannya.

Jumlah highrise atau gedung pencakar langit Kota Solo memang tak sebanyak kota lainnya, apalagi Jakarta. Namun perkembangan Kota Solo dalam hal ini boleh dibilang mengalami kemajuan yang pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meskipun kita semua tahu Solo membatasi pembangun mal dan pusat perbelanjaan modern, namun hal tersebut tak menyurutkan investor untuk terus menunjang pembangunan di Kota Solo. Hotel-hotel terus bertambah, sementara pemkot sendiri juga masih sibuk mempercantik kota lewat taman-taman dan perbaikan trotoar.


Sampai saat ini proyek pembangunan Kota Solo yang baru dan akan dimulai meliputi 11 proyek bangunan dengan ketinggian 20 hingga 32 lantai berjumlah terdiri dari hotel, apartemen, rumah sakit, dan techno park. 13 proyek bangunan dengan ketinggian 12 hingga 20 lantai terdiri dari hotel, apartemen, dan rumah sakit. Dan 15 proyek bangunan dengan ketinggian 10 hingga 12 lantai terdiri dari hotel, rumah sakit, dan sekolah swasta.

Mengapa Kota Solo penting?


Banyaknya pembangunan di Kota Solo membuktikan bahwa kota ini dinilai sangat penting. Kita lihat dari letak geografis Kota Solo, kota ini berada di tengah pulau jawa, menghubungkan antara tiga kota besar di Indonesia, yaitu Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Kota Solo menjadi titik temu antar kota tersebut. Terlebih lagi adanya satu terminal bus besar, yaitu Tirtonadi, empat stasiun kereta api dalam kota, dan satu bandara internasional menjadikan posisi Kota Solo semakin kuat diantara kota-kota lainnya.

Alasan kedua, Solo sebagai pusat budaya dan kota wisata. Sebuah kota yang menarik adalah kota yang mempunyai karakter unik, dan solo punya itu. Berbagai atraksi wisata ditawarkan kota ini untuk menarik turis lokal maupun mancanegara. Kebutuhan akan hotel pun meningkat. Pada hari libur tertentu, hotel-hotel besar di solo bahkan tak mampu menampung lebih banyak lagi tamu yang terpaksa menginap di hotel-hotel kecil lainnya yang tersebar di Solo. Belum lagi ketika Solo ditunjuk sebagai tuan rumah acara berskala internasional.

Warga Solo juga dinilai sebagai masyarakat yang konsumtif. Ini terbukti dari beberapa warga Solo yang selalu memenuhi pusat perbelanjaan maupun pasar-pasar tradisional. Selain warga Solo, warga pendatang pun ikut meramaikan kegiatan di Kota Solo setiap harinya. Salah satu tempat yang selalu ramai di Solo adalah Pasar Klewer yang pernah menjadi pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara. insenia-id.blogspot.com